TRL 3 – Cholesystografi


Teknik Radiografi Oral Colecystography
PENGERTIAN
Oral cholecystografi adalah suatu pemeriksaan radiografi pada sistem biliari dengan menggunakan sinar-x dan bantuan media kontras positif untuk menegakkan diagnosa.

INDIKASI PEMERIKSAAN
• Cholelithiasis
• Cholecystisis
• Biliary Neoplasia
• Opacities
• Biliary Stenosis

KONTRA INDIKASI
• Vomiting or diarrhea
• Pyloric obstruction
• Malabsorption syndrome
• Severe jaundice
• Liver dysfunction
• Hepatocellular disease
• Hipersensitive terhadap kontras media

PERSIAPAN ALAT
• Pesawat sinar-x
• Kaset dan film 24 x 30
• Grid/lysolm
• Gonad shield
• Marker
• Time marker
• Tempat mengaduk kontras
• Sendok
• Gelas
• Media kontras dapat berupa :
1. Biloptin(kapssul/granula/liquid)
2. Solubiloptin (podwer sachet)
3. Telepaque (tablet/podwer/liquid)
4. Biliodyl (tablet)
5. Orabilix

PERSIAPAN PASIEN
• Penandatangan Informed Consent.
• Siang sehari seblum pemeriksaan, pasien diberikan makanan yang kaya simple fat.
• Malam hari sehari sebelum pemeriksaan, pasien makan makanan rendah lemak.
• Media kontras diberikan 3-4 jam setelah makan malam terakhir, dengan single dose 3 gram (tablet/kapsul/liquid).
• Kontras media yang bisa diberikan dapat berupa telepaque (tablet/podwer/liquid), biliodyl (tablet) dan orabilix. Konsetrasi kontras maximal 10-12 jam setelah administrasi dan pemeriksaan dimulai.
• Selain itu media kontras yang dapat dipakai yaitu biloptin(kapssul/granula/liquid), solubiloptin (podwer sachet) dan media kontras diberikan pada pagi hari saat pemeriksaan, pemeriksaan diambil 3-4 jam setelahnya.

SCOUT RADIOGRAF
• Scout foto dapat diambil dalam posisi supine atau prone.
• Fungsi scout foto:
Ada/tidaknya gall bladder?
Bila nampak, bagaimana konsentrasi media kontras?
Apakah lokasinya telah tepat?
Bagaimana faktor eksposi?
• Sebaiknya scout diambil dengan plain abdomen, untuk mengetahui posisi yang tepat.
• Bila gall bladder tertutup material feses perlu dilakukan enema.
• Bila gall bladder belum juga nampak, maka persiapan diulang 1 hari, kemudian pemeriksaan dilakukan keesokan harinya.
• Posisi pemeriksaan yang dpt dilakukan adalah supine, prone, prone oblique, upright/erect, dan/atau lateral decubitus
• Posisi erect atau lateral decubitus, baik untuk menampakkan small stone pada lapisan fundus gall bladder.
• Bila fundus superposisi dengan organ intestinal atau spine, recumbent PA oblique
• Untuk mencegah superposisi dengan costae, ekposure dilakukan pada akhir full inspiration.
• Bila gall bladder berada pada iliac fossa, posisi supine akan menampakkan organ gallblader lebih superior, atau CR chepalic angulation.

PROYEKSI PEMERIKSAAN

1. PA (scout)
Posisi Pasien
Prone

Posisi Obyek
• Kepala diberi bantal.
• Kedua tangan di samping kepala.
• Tungkai bawah lurus dengan suport pada ankle.
• Setengah bagian kanan tubuh berada pada pertengahan kaset (sthenik) dan gallblader lebih horizontal, 5 cm lebih tinggi dan lateral untuk hypersthenik, untuk asthenic gallblader vertikal dan 5 cm lebih rendah dan dekat midline.
• Pastikan tidak ada rotasi pada pelvis.

Central Ray
Vertikal/tegak lurus

Central Point
Setinggi Lumbal ke-2 (sekitar 1,25-2,5 cm dari margin terendah costae) dan 5 cm ke kanan dari MSP

FFD
100 cm
Ekspose: pasien tahan nafas saat ekspirasi.

2. PA Oblique (LAO)
Posisi Pasien
Prone
Posisi Obyek
• Seperempat tubuh bagian kanan dipertengahan meja.
• Tangan kiri di samping tubuh dan tangan kanan ditekuk di kepala.
• Untuk sthenic/hypostenic penyudutan badan 20- 250dengan meja pemeriksaan.
• Untuk hyperstenic penyudutan badan 15-200 dengan meja pemeriksaan.
• Untuk asthenic penyudutan badan 35-400 dengan meja pemeriksaan.
• Batas bawah kaset pada SIAS dan batas atas kaset pada diafragma.

Central Ray
Vertikal/tegak lurus

Central Point
Kurang lebih 7,5 cm kearah kanan dari Lumbal ke-3

FFD
100 cm
Ekspose: pasien tahan nafas saat ekspirasi.

3. Right Lateral Decubitus (Proyeksi PA)
Posisi Pasien
Pasien tidur miring ke arag kanan

Posisi Objek
• Kepala pada bantal.
• Kedua lengan difleksikan di atas kepala.
• Kedua knee ditekuk semaksimal mungkin.
• Gallblader pada pertengahan kaset.
• Tidak ada rotasi pada pelvis.
• Pastikan shoulder dan hip true lateral.

Central Ray
Horizontal/tegak lurus
Central Point
Setengah bagian kanan abdomen

FFD
100 cm
Ekspose: pasien tahan nafas saat ekspirasi.

4. PA (Erect)
Posisi Pasien
Erect menghadap kaset

Posisi Objek
• Atur 5 cm ke kanan dari MSP pada pertengahan kaset.
• Untuk tipe asthenic rotasikan tubuh 10-150.
• Kedua lengan di samping tubuh.

Central Ray
Horizontal/tegak lurus

Central Point
Pada gallblader sekitar 2,5 – 5 cm lebih inferior dari scout radiograf.

FFD
100 cm
Ekspose: pasien tahan nafas saat ekspirasi.

PROYEKSI PEMERIKSAAN ALTERNATIF
1. AP Oblique (RPO)
Posisi Pasien
Supine

Posisi Obyek
• Oblique dengan bagian kanan belakang tubuh menempel di meja pemeriksaan dan bagian kiri tubuh menyudut 10-200 dengan meja pemeriksaan.
• Kedua lengan difleksikan di atas kepala.

Central Ray
Vertikal/tegak lurus

Central Point
Sekitar 2 inchi superior dari prone oblique (sekitar 7,5 cm kearah kanan dari lumbal ke-3 dan 2 inchi superior).

FFD
100 cm
Ekspose: pasien tahan nafas saat ekspirasi.

2. Right Lateral
Posisi Pasien
Tidur miring dan sisi sebelah kanan menempel meja pemeriksaan

Posisi Obyek
• Kedua lengan difleksikan di atas kepala.
• Kedua knee juga difleksikan semaksimal mungkin.
• Tidak ada rotasi pada pelvis.
• Pastikan shoulder dan hip true lateral.

Central Ray
Vertikal/tegak lurus

Central Point
Antara lumbal ke-1–5 (sekitar lumbal ke-3)

FFD
100 cm
Ekspose: pasien tahan nafas saat ekspirasi.

Leave a comment

Filed under Teknik Radiografi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s